Glitter Text Graphics - http://www.sparklee.com

Dsc00127




ChElSeA...

6 Bulan neh...
Pipinya tambah cubby, menggemaskan. Tapi giginya belum tumbuh, nggak kayak Sita anak tetangga yang seusianya. Saat mendebarkan memberikan MPASI pertamanya...
Seneng dan berkobar-kobar semangat ke-emak-annya.
Wuih, tahu anakku alergi protein, kuganti menu siangnya pakai pisang. Sekali lagi SUSAH  banget bikin si kecil buka mulut. Dia ogah gara-gara sebelumnya kusuapi makanan istan yang bikin sekitar mulutnya timbul ruam-ruam dan bercak kemerahan.
Aneka gaya kupakai, dengan membawa dia liat ayam ( Chelsea selalu kegirangan lihat ayam, kakinya "kopat-kapit" gemez seolah pengen ngejar ayam ), trus kuajak liat kali, liat anak sebayanya maem : Sita, Meisya, Nesa, Rizal, Sandra, Rafael, Dafa, Wawa dan Selly, liat burung,  jalan-jalan dan sebagainya.
Chelsea tetep kekeuh MINGKEM ( hiks! )

Setelah merupa-rupa 'pemandangan' biar dia gak bosan, akhirnya ada satu cara yang dia jadi sedikit mau buka mulut, yaitu  cari laki-laki ( bisa papahnya, bisa bapak kos, bisa tetangga, bisa yang jualan angkring, pokoke laki-laki )
Duuuuuuhhh, heran deh! Chelsea saban kali digoda laki-laki selalu heboh, jerit-jerit kegenitan. Sama sumringahnya kalo liat ayam mbah Yem yang bertengger di pager. Hualah! kalo papahnya pergi, trus gimana dung?

Jadi bahan ketawaan tetangga, kalo Chelsea menuruni bakat genit simbok-e. Wadoh! Aku lagi deh yang jadi tersangka.

Pokoknya acara makan adalah acara paling heboh! Aku musti bisa bikin dia buka mulut. Maem memang bukan perkara mudah, dari persiapan bikin puree/ tim saring or blender, menyuapi juga perlu energi besar. Sempet dibikin stress jadinya. Di antara anak tetangga, anakku yang paling ogah ( tidak tertarik ) makanan, dia lebih demen liat ayam bertengger di pager or liat cowok bilang Ci Lukkkkk??? Baaa...!!!

Presentation1_4

Anakku Alergi Protein

Awalnya niat mo kasih susu sambung. Dari Nutrilon, Bebelac, Laktogen, Laktona, SGM dll gak bisa. Habis mimik susu, sekitar mulut timbul bercak. Duh sedihnya! Pas mo MPASI pertama, aku kasih bubur susu dari SUN, Promina dan Nutricia di sekitar mulut muncul lagi bercak merah itu. Semula yang kukira alergy Latex nipple dot ternyata ( lagi-lagi ) alergi protein. Agak panik juga. Memberi maem bayi tidak semudah yang kubayangkan. Nggak seperti anak tetangga yang dikasih bubur/ makanan istan pada doyan dan lahap. Si kecilku maunya yang alami, alias bikin sendiri. Itupun pakai aneka gaya. Gara-gara "mruntus" pertama dia ogah banget liat sendok, dot, alat maem dan bau makanan. Hanya nenen yang bikin dia berkejab-kejab ( halah ! )
Setelah kubawa ke Dr.anak di Panti Rapih , kupastikan dia memang alergi protein.  Kulihat di internet, ternyata bukan hanya anakku saja yang ngalami alergi

Jadi ibu baru memang musti banyak belajar...


halo...
  Hampir mirip dengan m' Fera, putriku Kyla (1.4 thn) juga alergi terhadap
beberapa jenis makanan selain protein susu sapi.  Kyal ketauannya pas dia
dah mulai bljr makan di usia 6 bln. Mula2 di pundaknya ada bentol merah,
lama2 menyebar ke punggung & perut (alhamdullillah ga ada yang di muka).
Setelah ke beberapa dokter spesialis alergi, & sempat juga dites darah,
ternyata ya itu mirip spt anaknya m'Fera. Kyla ternyata ga cocok sama
protein susu sapi, kedelai juga ga bisa (jadi tahu, tempe, susu kedelai ga
boleh), mkanan or minuman yg mengandung pengawet or pemanis buatan, lalu
seafood & ikan laut, coklat, kacang tanah, bahkan gandum pun ga cocok.  Ini
berlaku juga buat ibunya yang masih menyusui pula, jadi saya pun ikutan diet
makanan tsb.

  Akhirnya stlh mencari sana sini susu yang cocok, Kyla pun saya beri susu
NAN HA smp umur 1 thn, sekarang saya coba susu NAN yang biasa karena sistem
imun Kyla juga sudah mulai tahan.  Makanan pun Kyla lebih banyak saya beri
aneka sayur, hati & daging sapi, ikan air tawar saja, blum berani coba yang
dia ga boleh, karena sampai sekarang masih sensitif dianya. Yang pasti
karena Kyla juga msh nenen meski cuman malem hari aja pas ada saya, saya pun
msh tetep jaga makan, krn pengaruh banget lo mbak ke anak klo kitanya salah
makan.

  Begitulah pengalaman saya.. .. Semoga membantu.. :-)

  Cheers
  may - ibuna Kyla


Saya saat ini memiliki anak perempuan usia 1,5  thn,
> saat baru 4 bulan dia tidak minum ASI sehingga saya
> berikan susu SGM(Coba2)ternyata pipi kanan dan
> kirinya
> merah seperti orang yang memakai pemulas pipi, DSA
> bilang akan hilang setelah 5 Thn.Dokter memberikan
> saran untuk menganti susu formula dengan susu
> kedelai,
> namun baru beberapa bulan anak saya tidak mau
> meminumya karena rasanya yang tidak enak, akhirnya
> saya diberikan saran lagi untuk menggantinya dengan
> susu NAN 1 dengan Bifidus dari Nestle.  Saya coba
> konsul ke dokter Spesialis Kulit ternyata anak saya
> memiliki bakat alergi pada kulit karena pada setiap
> lipatan kulitnya sering mengalami
> kemerah-merahan,sehingga saya kasian melihatnya
> apalagi ia selalu minta digarukin pada saat malam
> hari
> yang berakibat pada  kulitnya menjadi mengelupas.
> Dokter  menyarankan untuk tidak memberikan
> jenis-jenis
> makanan seperti: telur & ayam negeri, keju, es krim,
> mentega, ikan laut, coklat,roti, mie, udang. Saat
> ini
> yang diperbolehkan untuk dimakan adalah : telur &
> ayam
> kampung, sayur-sayuran, ikan air tawar (mujair,
> lele).
> memang sulit untuk mengganti menu makanan tapi saat
> ini terbukti apabila saya tidak memberikan menu2
> yang
> dilarang dokter putri saya tidak mengalamui
> merah-merh
> lagi, dan saat ini ia minum susu Exela Gold dari
> Nestle yang alhamdulillah cocok dengan seleranya.
> semoga bermanfaat.

Moms......
> >     Anakku Faya ( 9 bulan ) sudah makan bubur susu
> > dan nasi tim saring dibadannya ada bercak2 merah
> > besar kecil, dsanya bilang dia alergi protein susu
> > sapi.
> >     Dsanya menganjurkan ganti susu formula Nan HA
> 1
> > ( dulu susunya Nutrilon )
> >     Memang agak berkurang bercak merah tp masih
> ada,
> > akhirnya aku bilang ma susternya makan nasi timnya
> > jgn pake kaldu sapi dan jg ngga pake keju.
> >     Sekarang bercaknya sudah hilang....
> >     Moms, kira2 ada yang punya pengalaman seperti
> > saya ngga? please share donk....
> >     Apa Faya ngga bisa makan daging sapi ato
> produk
> > olahan dari sapi ya...?
> >     Aduh... kasihan donk annakku natinya.....
> >     Thanx Sebelumnya.....
> >
> >
> >     Salam
> >     Bunda Faya

SeMogA MeNjaDi KaBaR yaNg MeNyEjUkKan

Menjelang, cuti melahirkanku berakhir, aku mulai memperkenalkan susu formula kepada bayiku. Sebenarnya sih, aku ingin sekali memberi ASI ekslusif pada bayiku, tapi berhubung produksi ASI ku yang sedikit, mau gak mau susu formula lah yang nanti akan aku berikan padanya selama siang hari aku di kantor.

Hari pertama ku beri susu formula biasa. Bayiku masih asing dengan rasanya, jadi ia masih memilih ASI ku. Tiga hari pemberian susu formula tersebut, alerginya kumat. Lendir pada saluran pernafasannya bertambah. Awalnya ku pikir anakku terkene flu. Tapi setelah ku bawa ke dokter, menurut dokter, anakku alergi terhadap protein susu. Jadi disarankan untuk terus diberikan ASI atau kalau ingin diberikan susu formula haruslah susu formula yang "hypoalergenic" (HA) atau susu formula dengan protein nabati. Untuk itu dokter pun memberikanku daftar nama susu formula "hypoalergenic".

Sejak itu, mulailah aku memberi bayiku susu formula HA. Mulai dari merk dengan harga yang murah sampai yang cukup mahal. Bayiku ternyata kurang suka dengan rasa susu tersebut. Terlihat dari selalu masih tersisa banyak susu yang ku buat, di botol susunya. Dan setelah ku coba sedikit, ternyata susunya sedikit pahit, tidak segurih atau semanis susu formula biasa. Sempet ku tanya pada costumer service produk susu tersebut. Menurutnya, memang susu-susu berlabel HA rasanya sedikit pahit. Itu karena protin susu sapi yang dihidrolisis untuk menghilangkan zat alerinya.

Ya... jadi mau gimana lagi, mau gak mau, bayiku harus terbiasa dengan rasa susu yang sedikit pahit. Tapi dari beberapa produk susu HA yang aku coba berikan, bayiku cenderung memilih susu NAN HA. Mungkin terasa lebih sedikit manis dibanding yang lain kali, walaupun tidak seenak rasa susu sapi biasa.

NAN HA dikeluarkan oleh produsen susu terkenal, Nestle. Dengan protein susu yang telah dihidrolisis sehingga kandungan alergen yang ada didalamnya hilang. Kemasan kaleng NAN HA seperti kemasan susu formula kaleng biasa, hanya di bedakan dari warna tutup kalengnya yang berwarna coklat keemasan. Harga 1 kaleng NAN 1 HA 400gr berkisar Rp. 80.000,- sampai dengan Rp. 84.000,- an, sedangkan untuk NAN 2 HA 400gr harga sekitar Rp. 78.000,- an. Dengan harga jual tersebut, NAN HA memang lebih mahal dari produk lain sejenisnya. Walupun mahal, bayiku sudah memilihnya sebagai susunya.

*****
Anakku juga alergi susu. Minum NAN HA sejak umur 6 bulanan. Rasanya itu, tidak enak sekali. Tawar. jauh berbeda dengan susu sapi biasa seperti Nutrilon Royal, dll. Perkembangan badannya ya, normal2 saja. Sesuai dengan tabel yang ada di buku perkembangan anak. Awalnya, minum susu ini, anakku tidak suka. Lama2 biasa. Kalau membandingkan merk, aku tidak pernah. karena dari dulu ya pakai NAN HA terus. Setelah satu tahun, aku coba minum susu sapi, Alhamdulillah, alerginya tidak banyak muncul. Akhirnya ya keterusan pakai susu sapi biasa. [Rn]

Setidak enaknya susu Nan HA, masih lebih enak dibanding susu kedele, karena Nan HA masih berasal dari susu sapi. Anakku yang kecil juga minum Nan HA, sampai saat ini perkembangannya baik-baik saja, kan untuk perkembangan anak bukan hanya karena susu yang penting makanan lain juga dijaga seimbang. Jangan lupa kalau anak minum susu kedele sebaiknya mengkonsumsi suplemen yang mengandung kalsium (ini pesan dokter anakku) [Dm]

Mbak, sebulan yang lalu, anakku diare, ada 2 mingguan diarenya tidak berhenti, susu formulanya sudah diencerkan, terus juga aku lebih memperhatikan makanan yang aku makan (tidak FC lagi), tetap saja dia masih diare, akhirnya ganti susu pakai yang free lactosa, dari yang tadinya cair sekali jadi lumayan, tapi belum padat-lembek, seminggu lebih pakai FL tidak berubah-rubah juga selain pupnya masih 3-4x, terus aku pakai soya, baru deh pup-nya lebih padat-lembek, dan pupnya jadi 2/sekali sehari, waktu coba soya, aku coba nutrilon karena kebetulan ada teman yang kelebihan susu dan aku dikasih, baunya itu aduhai sekali, tidak enak! anakku (5bln) jadi bau kentang kalau habis minum susu ini, sekarang aku pakai isomil, alhamdulillah, kalau dilihat bb-nya lumayan banyak naiknya sejak dia diare..6.1 ke 6.8kg dibanding dengan abangnya, diusia yang sama anakku kurang 400gr, tapi masih masuk standard kan? [Rh]

Beda S26 & Nan HA, kalau S26 pure susu sapi, sedangkan NanHA susu sapi yang sudah dihilangkan unsur penyebab alergi, memang rasanya beda sekali, baunya saja sudah beda sekali. Kebetulan anaku memang rakus sekali, pertamanya dia juga bingung waktu aku ganti ke NanHA, tapi berhubung dia rakus jadi dilahap saja. Dulu cara ganti dari S26 ke NanHA, pertama2 aku kasih 3/4 S26 trus 1/4 NanHA. Kalau anakku sudah tidak mencret, baru aku jadikan setengah2 S26 & NanHA dan seterusnya sampai akhirnya S26 berhenti gantinya jadi NanHA. [Kt]

Sejak itu, selama aku bekerja di kantor, aku selalu memberikan susu NAN HA untuk bayiku. Sudah sekitar 4 bulanan lho! Tapi kalo aku ada di rumah aku tetap memberi bayiku ASI, karena yang susu yang paling baik untuk bayiku khan, ASI ku, bukan susu sapi.

****

Waktu lahir oleh dokter anak kami dinyatakan memiliki resiko alergi yang tinggi. Selain karena garis keturunan (suami dan mertua saya sangat alergi terhadap seafood dan telur) indikasi itu terlihat dari bercak-bercak merah yang sering timbul dipipinya.

Karena saat itu ASI saya juga bermasalah akhirnya dokter menyarankan agar kami untuk memberikan susu NAN HA padanya. Waktu itu (tahun 2004) susu ini sudah relatif mahal yaitu kira-kira Rp 63.000,- per kalengnya. Saat ini harganya mungkin lebih. Memang terasa berat bagi suami dan saya untuk memenuhi kebutuhan si kecil dengan memeberikan susu semahal ini saat itu. Tapi manfaat susu NAN HA sungguh luar biasa. Selama 6 bulan kami memberikan susu tersebut dan selama itu juga kami menghindarkan anak kami dari protein tinggi (termasuk apapun yang mengandung susu sapi maupun produk turunannya). Kami mengistilahkannya 'karantina dari protein tinggi'. Dokter mensyaratkan itu agar kelak anak kami bisa terbebas dari faktor alergi.

Alhasil, setelah 6 bulan pencernaan anak kami menjadi stabil dan kuat untuk menerima asupan protein tinggi. Bahkan sekarang anak kami sangat suka melahap sup seafood tanpa mengalami masalah.

Tidak apa-apa, bersusah susah dulu selama 6 bulan, tapi setelah itu bersenang-senang makan seafood... hihihi :))
Oh ya, untuk para orang tua yang kebetulan mengalami hal yang sama dengan kami, karena susu ini agak jarang dipasaran maka Nutrilon Soya dan Isomil Soya juga bisa dijadikan alternatif. Karena keduanya bebas protein susu sapi. Kalau Nutrilon Soya tidak semahal NAN HA...:P
Kalo Isomil Soya hampir sama mahalnya

FootNote :

Mo tambah ilmu ?

Klik ini wae >> http://www.freewebs.com/mama_ais/artikelsehat.htm

http://202.158.39.26/?show=isikonsul&konsul=anak&kode=661&tbl=konsul_anak&startnews=100

Tuhan, saya ingin kurus…

 

Hm sepertinya saya kebangeten banget pakai judul di atas. Malaikat pasti nyengir & berkata “mo kurus aja sms Tuhan ? emang gak ada doa yang lebih penting apa ?”

Tapi memang begitu, gara-gara saya kelewat gede rasa. Nyomot dua baju, yakin sudah saya minta yang usuran XL pada mbak-mbak yang jaga distro. Karena saya gi gendong si kecil, baju tidak pakai dicoba, bayar, langsung ngacir pulang. Gaya girly memang saya pilih biar nggak kliatan kayak emak-emak as per permintaan suami.

Nah lo! Permasalahan muncul saat mencoba baju tersebut di rumah. Hiks! Boro-boro pas dipakai, baru masukin lengan aja sudah sesak di pergelangan. Waduh ¡ Dasyat benar nih lemak yang ngumpul di badan!??? ( menggerutu seribu bahasa )

Suami saya lagi-lagi nyengir kuda nil! Saya lemes melihat kenyataan. Sebagai pelampiasan saya total-towel sendiri lemak di pinggang saya. Pasang muka manyun, lalu bengong! Ngelus dada aja nggak bikin kurus pikirku, tapi tiba-tiba mata saya bersirobok dengan sandal jepit kesayangan saya yang seolah turut mentertawai muka saya yang jengkel gara-gara nggak jadi pakai baju baru.

( Thing!!! ) walah… saya dapet ide nih, ya gara-gara liat sandal jepit… Saya yakin saya bisa kurus dengan sandal jepit. Saya senyum penuh kemenangan…

64 kgSaya anggap sebagai tantangan, menurunkan berat badan seperti semula, saya perlu waktu, sandal jepit dan disiplin. Tiga serangkai itu akan saya padukan menuju berat badan yang saya inginkan. Mampukah saya? Let we see after several months later!! Huhuhui…Muka saya kembali sumringah…pokoke semangat-semangat!!! Jangan menyerah! Belanda masih jauh….pekik keinginan saya. Guuuuuuddddd!!

 

 

64

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 






Sengaja saya tulis besar-besar angka di atas, biar saya ingat berapa berat timbunan lemak saya. Betapa saya kesusahan pakai celana dan baju karenanya, betapa sesak napas saya, betapa tidak lincahnya saya, betapa angka tersebut tidak akan jadi angka ajaib yang bisa membuat orang akan memasangnya di judi togel. Ya ampyuuuunnnn!

50 kgDan, inilah angka yang saya mau :

 

50kg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Maaf, saya agak maruk. Sebelum punya baby berat badan saya 52 kg. Biar lebih seger saya paksa jadi 50kg. Apakah saya mampu? Pasti! Harus! Nawaitu pengen kurus….

Jadi membayangkan diri saya kurus kembali....Dududududu

Ah, jadi inget sebuah joke :

" Kapan kurussss? "

" May..."

" May be Yes , May be No !"


Smile

 

New Episode of Pusing Langsing

Low

Aduh...Mikir langsing lagi... langsing lagi
Gara-gara si suami bilang body aku kayak gulungan kasur. Lum lagi kalau lagi pakai daster, sambil cekikikan dia bilang aku kayak "genduk" ( baca : pembokat )
Sebel banget. Akhirnya sering deh mikir pengen punya perut rata, kurus tapi pantat padet ( halah )
Banyak baca tentang cara aman melangsingkan body, banyak aneka kata diolah, intinya satu :

Kontrol makan dan banyaklah gerak !

Intinya adalah kalori di dalam tubuh musti dikurangi dengan banyak aktifitas.
Karena yang kucari nggak hanya kurus, tapi juga FIT. Pusing tujuh keliling karena musti mikir aku masih nyusui si kecil juga. Kurus boleh, tapi si kecil juga tetep kuat dan sehat.

Kalo masih gadis sih gampang, cara mudah bikin langsing adalah : banyak jalan kaki, renang minim 3x seminggu, sering ke timezone ( hanya untuk maen DDR* ), ato kalo gak gitu DDR di rumah sampai pegel2, ke gym, maen basket, sok rajin maen sepak bola juga, begadang trus jalan kaki naik turun tangga.
Gak perlu obat pelangsing, dijamin 5kg sebulan turun berat badan.

*DDR : Dance-dance Revolution
Syarat2 DDR : punya PS1 + lantai DDR  +  kaset DVD yang OK listening
( DDR PS2 gak enak, nggak selaras antara gerakan dance ama music )
Selamat jingkrak2, having fun tapi bisa bikin bakar kalori ^^

Nah lo, sekarang dah punya baby, boro2 DDR, waktu gak ada buat mikir diri sendiri.
Nah, trus gimana dong?
Ato kalau nggak gitu, ngacir ke Dr Yanti di Bethesda, " Dok, pengen kecilin perut, pinggul, lengan dan pipi dung!" ( beres dah )

Wah, pokoke permasalahannya adalah :
1. Menyusui ( perlu asupan gizi buat baby, gampang lapar itu jelas! Harus banyak makan itu pasti )
2. Waktu : baby need more attention


Presentation1_1

Without 2 point di atas, cara gampang buat langsing sih ( resep jaman perawan dulu ) :
1. Sering maen DDR ( bisa di rumah ato di mall/timezone ----> dilarang malu )
2. Renang minim 3x seminggu
3. Maen bola 2x seminggu
4. Maen basket 1x seminggu
5. Jalan kaki ke kantor PP / boleh 1x jalan pas berangkat or pulangnya aja

    Jalan kakilah kemana aja! Asal dalam kota wae, jangan antar propinsi!!!

6. Makan siang sendiri, jangan bareng temen, semakin lama and banyak temen jadi banyak makannya PLUS kurangi makan makanan manis ( termasuk KOPI tuh! wadoh! )
7. Pasang poster Halle Berry yang lagi pakai bikini and pamer perut, or

    Sering nonton film yang pasang artis dengan body huhuy

8. Rajin ke gym, jogging di treadmill or tai boxing lebih menarik
9. Yoga and meditasi
10. Akupuntur ma Dr Yanti

" Duh, baca aja dah bikin lemes, gimana njalaninya ya? "

INGAT!!Presentation1

Makan? jangan banyak-banyak, apalagi gorengan ( makan gorengan 3x sebulan aja & kalo maem gorengan musti dibalut tissue dulu buat ngurangi minyaknya, baru dimakan )

Yang bener, jangan sering-sering nimbang berat badan TAPI sering-seringlah bercermin/ ngaca!!! Bukan ngaca tampang NAMUN kacailah lemak-lemak di perut dan pinggul, syukur2 ada kaca pembesar

Duh ribet banget ya?
Tapi mungkin nggak ya aku menjalaninya lagi demi mengurangi 12kg berat badan?
Aku kan bakat gemuk?
Wah, pokoke motivasi yang bikin terngiang-ngiang adalah dikatai "genduk" sama suami ........." UGH! Sebel !!!"
Semoga jadi Good motivation wae lah!
FIGHT! FIGHT! FIGHT!


 

Siang ini VS Gusar

Siang ini...
Puanassss, ditemani Andra & the Backbone yang ngamen "Main Hati" terus berulang sejak pagi. Ndower-ndower dah mas Andra!
Gara-gara chat sama sobat, membahas ttg body, lalu bikin aku gusar sendiri

januariaseptiyani: masalahnya dari sejak dulu kan kamu kurus langsing jeng...makanya wajarlah kalo abes jadi terbengong2 ngeliat perubahannya
januariaseptiyani: he he he
me.santi: gpp
me.santi: sing penting waras
me.santi: anakke yo sehat
januariaseptiyani: mungkin pikirnya "santi yang dulu langsing aja jadi segitu.. gimana jadinnya bojoku yang sejak dulu.. ndut.."
januariaseptiyani: ha ha ha

Parahnya, rasa gusarku pada berat badan bertabrakan dengan bertemu jeng Novivanjava yang barusan melahirkan. Apakah gemuk? enggak banget, ybs malah sexy sekale. Body kerennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn !!! TWO THUMBs dah...
1000% ngiri. Padahal aku sudah mencapekkan diri, masak, nyuci, beres2, ngurusi anak, suami, mertua, kakak n sodara plus sering cari-cari masalah < weleh ! >.
Walah, boro-boro langsing, turun 1 gram, besoknya naik 1/4 kg ( HALAH )

Bingung! Bingung!

Pengennya segera balik body, lebih "panas" liat mamahnya Sita yg malah lebih langsing dibanding masa perawan dulu. ( hiks! pedih nian melihatnya )

Trus, sementara ini aku mengademkan  diri dengan sering2 membaca cuplikan dari situs Ayahbunda ini :

Jangan korbankan bayi Anda

Selama hamil, seorang ibu memang harus naik berat badannya, antara lain karena ada pertumbuhan janin, pertumbuhan rahim, dan peningkatan volume darah. Selain itu, ada cadangan gizi ibu untuk persiapan masa menyusui, yaitu paling tidak untuk memenuhi kebutuhan bayi selama ASI eksklusif, atau sekitar 4-6 bulan pertama kehidupan bayi. “Cadangan itu tentu tidak akan habis begitu saja sesudah melahirkan, malah harus dipertahankan agar produksi ASI sebanyak 800-1200 ml sehari itu bisa tercapai,” kata dr. Sri , yang mengambil gelas S2-nya di University of London, Inggris .

Setelah melahirkan, normalnya berat badan ibu akan kembali ke berat badan sebelum hamil. Tapi, proses tersebut perlu waktu. Dr. Sri mengingatkan, “Untuk 6 bulan pertama, tidak usah terburu-buru menurunkan berat badan. Karena, pada saat itu, tugas seorang ibu adalah memberikan ASI yang cukup kepada bayinya. Justru di sini ibu harus makan dalam kuantitas dan kualitas yang betul-betul cukup. Kalau tidak, bayi yang jadi taruhannya! Bisa-bisa dia kekurangan zat gizi yang dibutuhkannya untuk tumbuh kembang secara optimal.”


Jadi, kapan Anda boleh mulai melangsingkan tubuh? “ Setelah 6 bulan, Anda baru boleh mulai berdiet. Pada saat ini, bayi ‘kan sudah mendapat makanan tambahan. Tapi tetap harus diingat, diet pun ada aturan mainnya, lho! Yang paling baik dan tidak akan mengganggu kesehatan Anda adalah, turunkan berat badan sebanyak ½ -1 kilo dalam seminggu.”

Yach, semoga setelah 6 bulan, tekad bikin body sexy segera terwujud. Berjuang, berjuang! berjuang! Pokoke PR 12Kg bisa segera terealisasi
Aminnnnnnnnnnnnnnn....( zonder Nasution )

Guuuuuddddd

 

Cinta Noe

Dengerin lagu Letto, ah jadi inget setahun kemarin....

Tertidur, dari lier-lier hingga bisa ngiler. Dalam Innova tuju Nusantara.
Tiklak-tikluk, ngantuk...
Adem benget denger suara Noe, meluncur pasti dari Ipod te mas Didik

" Cher mon mari, Veuillez me pardonner. Je sais que j'ai la mauvaise attitude et j'essayerai le meilleur pour nous"


" J'espère que notre rêve viendra vrai bientôt. Si tout va bien soyez se produisent ce juillet. Quand vous travaillant au bateau de croisière et à notre maison douce à la maison serez construit l'année prochaine"

doaku...selalu, dan AMIN !
( ah, jadi cinta Noe neh )

Gethuk Adict

Heran dueh!

Akhir-akhir ini kayaknya lagi Gethuk Hunter. Palagi kalo wis ciak Getuk barat Purawisata, ngilerrrrrrrrrrr.
Duh, enak banget membayangkan gethuk di saat hujan, dingin, sambil minum kopi di atas lincak. Yang laen lewat dah!
Besok dan besoknya lagi, semoga bisa makan gethuk! apalagi gethuk barat Purawisata
Endang dan mak Nyus!

Emboh

Kayaknya musim hujan mo berakhir...
Aku jadi penikmat semilir angin pagi hari.
Aku kini menjadi milik pagi, bahkan saat matahari belum bangun dari mimpi
Homesickku menjadi-jadi. Tapi terjegal dengan sebuah ilustrasi tentang kemasgulan.
Duh! sepertinya sangat kontras saat diri merasakan sejuk di dini hari.

Masih seperti kemaren-kemaren
Pikiranku meloncat-loncat gak karuan. Mungkin karena terkontiminasi kafein yang selalu kuteguk. Emboh!
Saat mata merem, dingin pagi justru membuat hatiku hangat.
Bermain dan mengembara pada sebuah idelisme yang beranak pinak tak terkendali.

Tiba-tiba aku kangen seseorang, tiba-tiba juga perasaan itu sirna.
Tiba-tiba kepengen pergi ke sebuah tempat bernama masa lalu, tiba-tiba juga aku tidak sabar meraih masa depanku.
Emboh...

Yang pasti, aku selalu ingat, saat kulitku merasakan dingin pagi hari
Aku kangen angin di rumah
Kangen pagi di rumah
Kangen semilir di rumah
Kangen masa kecil saat aku mengenakan piyama donal bebekku
Kangen simbah
Kangen sawah
Kangen saat kepalaku belum sibuk dengan banyak keinginan
Kangen saat aku belum mengerti arti memberontak
Kangen saat aku belum merasakan ketidaksabaran
Kangen segala hal tentang nyanyian baru dari ajaran seorang ibu
Kangen melihat bintang saat atap rumahku entah kemana

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Bukan sebuah Sentimental

Gak terasa kini aku menjadi seorang ibu.
Padahal sepertinya baru kemarin saja aku berhenti menyusu
Kangen ibuku
Dan aku mungin 'bocah' paling miskin tentang ingatan tentang ibu
Tidak lebih dari hitungan 10
Ingatanku yang masih tersisa di kepala tentang wanita yang melahirkan aku hanya :

1. Saat ibuku minggat dari rumah, kukejar di pinggir kali. Dari bibirnya selalu terngiang " ibu akan kembali saat kamu jadi pengantin! " dan kenyataannya beliau tidak pernah datang di saat aku merayakan hariku

2. Saat kami berbaring berdua, atap rumah kami belum jadi. Kami tidur beratap langit dan bintang. Dinding yang mengitari kami hanya 2 buah lemari kuno serta tumpukan batu bata. kuingat saat itu, kutanyakan asal muasal bapak bertemu ibuku. Ibuku bercerita hingga aku terlelap. Namun kemudian aku dibangunkan, ibu mengungsikanku ke tempat saudara saat dini hari, menyempatkan membawa beberapa baju ganti. Hujan rintik saat itu ternyata!

3. Ibu mencubitku. Aku yang urakan dan paling sebal dengan baju berpayet yang berisik. Bikin gerah, lengan, leher dan punggungku tidak nyaman. Polahku terbatas. Ibu bilang aku cantik seperti cinderela dengan baju itu. Aku tidak suka dengan baju itu. Aku tidak suka menjadi seperti cinderela. Aku suka kaos oblong merahku. Kaos oblong merah yang karib dengan celana pendek olah raga yang sedikit koyak di bagian pantatnya. Sungguh, aku suka bajuku yang itu. Membuatku bebas, melompat, memanjat, berguling maupun bersalto ria. Dengan baju cinderela aku tidak bisa berlari, tidak bisa memanjat, tidak bisa melompat, tidak bisa duduk semaunya. Gerak sedikit saja membuatku panas, bergerak banyak membuatku ingin mandi. Aku harus duduk manis. Kata ibu. Tapi tidak! aku tidak betah, aku suka melompat, berlari, memanjat, menjerit dan bersalto. Ibu mencubitku berkali-kali. Sangat berkesan. Selalu terekam. Teringat selalu. Aku tidak suka menjadi anak manis. Dan ibuku yang ingin anaknya seperti cinderela hanya menghasilkan sebuah foto kenangan masa itu seperti perpaduan senyum, sakit serta pedasnya dicubit berkali-kali. Waktu itu mau ke semarang. Siksaan yang teramat karena aku harus menjadi cinderela Manhattan-Semarang-Manhattan. Syukurlah, foto wajah anehku yang seperti menyeringai separo tersenyum separo menahan tangis itu kuberikan pada Arita Panca Susana, teman SDku, 1 tahun setelah ibuku meninggal.

4. Aku dimarahi ibu. Gara-gara memenangkan kompetisi tinju dengan kaos kaki melawan sodara kembarku. Penghargaan yang tidak patut dibanggakan selain membuat sodaraku cuci muka karena kalah telak dan meninggalkan bau daki kaki di seputaran mukanya.

5. Dicubit ibu lagi.  Gara-gara  maen belom mandi dan sarapan. Aku  dan kembarku main di  tempat Handan. Maen kartu. Ibu mencari, kami sembunyi. Ketahuan dan  ibu marah-marah. Mencubit. Kami bilang kami pengen nonton Doraemon.  Ibu  bilang mandi dan sarapan dulu. Aku ngeyel. Doraemonnya nanti habis. Ibu malah marah, aku dicubit. Lalu meminta kami nonton Album Minggu dan Aneka Ria Safari di rumah saja. Kusesali waktu itu, mengapa kami tidak punya tivi berwarna.

6. Aku mungkin anak pungut. Itu kataku pada Bahriatul Ulum sobatku di kelas 5. Mengapa begitu? karena ibu semakin galak. Sering marah-marah, sementara pada sodara kembarku tidak. Ibu rewel. Suka terbaring di kursi panjang belajarku. Ibu bilang sakit. Sering juga bilang aku anak susah diatur. Meski begitu, ibu selalu membiarkan aku sembunyi di ketiaknya saat guntur menggelegar di saat hujan. Ibu meski sering mencubit tetap memberiku kepala ayam goreng sebagai lauk. Ibu masih sering bikin bihun goreng dan proll tape kesukaanku. Entah mengapa aku masih sering berfikir aku anak pungut waktu itu. Terutama saat ibu kumat galaknya.

7. Ibu memberiku uang sepuluh ribu untuk diberikan ke mbah Toyib. Gara-gara aku makan ayam gorengnya mbah Toyib satu tas kresek tanggung. Aku tidak mencuri. Ayam goreng satu tas kresek itu dibawa si Manis ke rumah. digigit ujungnya dan diseret-seret. Kubuka, ada ayam goreng yang masih hangat. Lalu kumakan, si Manis kutendang. Ternyata mbah Toyib teriak-teriak kehilangan ayam gorengnya. Bertanya pada ibuku, karena hanya ibu yang punya 11 kucing dan 6 anak yang beberapa di antaranya nakal-nakal. Lalu, ibu hanya memberiku uang sepuluh ribu untuk diberikan ke mbah Toyib sebagai ganti ayam goreng yang sudah kutelan.

8. Ibu marah lagi. Gara-gara kucolokkan jariku ke stop kontak listrik di kamar rumah sakit tempat ibuku dirawat. Sebal! Ibu bilang aku anak nakal, urakan, sembrono dan gak bisa diem.

Sepertinya itu saja kenangan yang masih tersisa tentang ibuku. Miskin sekali ya!?
Aku nggak mau anakku juga miskin kenangan dengan aku. Setidaknya, aku mau berumur panjang, bisa puas bermain bersama anakku. Aku akan mendampinginya saat dia kelak menjadi pengantin. Menjadi tempatnya  mencurahkan tentang apa saja. Menjadi tempatnya  mencari jawab lelaki mana yang ingin diterimanya menjadi pacar.
Aku mau anakku kaya tentang ingatan dan mimpi bersama ibunya...
Aku mau, menjadi ibu yang baik, yang tidak memaksakan anaknya menjadi cinderela, aku mau bisa menimang anak dari anakku, aku mau anakku mempunyai ibu untuk mendampinginya saat wisuda S1, S2 hingga S3nya kelak....
Aku mau anakku bilang ke kawan-kawannya : "Aku memiliki teman sahabat yang kupanggil ibu. Ibuku wanita yang hebat !"
Itu saja....